SUBNETTING


Subnet MaskSubnet Mask merupakan istilah teknologi informasi dalam bahasa Inggris yang mengacu kepada angka biner 32 bit yang digunakan untuk membedakan network ID dengan host ID, menunjukkan letak suatu host, apakah berada di jaringan lokal atau jaringan luar.
Subnet mask secara umum ditulis dalam bentuk desimal dengan susunan sama
dengan susunan ip address. Tetapi ada juga yang ditulis dalam notasi CIDR
(Classless Inter-Domain Routing).
SUBNET MASK KELAS C
Dengan mengetahui subnet mask suatu ip address maka kita bisa menentukan
Jumlah Subnet, Jumlah Host per Subnet, Blok Subnet, dan Alamat Host-
Broadcast.
Perhitungan :
1. Jumlah Subnet = 2x, dimana x adalah banyaknya binari 1 pada oktet
terakhir subnet mask . Jadi Jumlah Subnet adalah 22 = 4 subnet
2. Jumlah Host per Subnet = 2y – 2, dimana y adalah banyaknya binari
0 pada oktet terakhir subnet. Jadi jumlah host per subnet adalah 26 – 2
= 62 host
3. Blok Subnet = 256 – 192 (nilai oktet terakhir subnet mask) = 64.
Subnet berikutnya adalah 64 + 64 = 128, dan 128+64=192. Jadi subnet
lengkapnya adalah 0, 64, 128, 192.
Berarti IP Address 192.168.5.12 termasuk dalam range ip address subnet pertama,
yaitu :
Subnet : 192.168.5.0
IP Address : 192.168.5.1 – 192.168.5.62 ( 62 host )
Broadcast : 192.168.5.63
Jika suatu ip address sudah dipecah ke beberapa subnet, maka ip address dalam
subnet yang berbeda tersebut tidak bisa saling PING. Untuk menghubungkan antar
subnet diperlukan sebuah Router, bukan switch.
Contoh diatas :
192.168.5.12 tidak dapat menghubungi 192.168.5.65 secara langsung, karena sudah
berbeda subnet.
Cara paling simple adalah menggunakan program SubnetCalculator yang dapat diakses secara online di :

0 Response to "SUBNETTING"

Post a Comment